Hati-hati! Perhatikan Hal Ini Saat Pertama Kali Beli Rumah

Hati-hati! Perhatikan Hal Ini Saat Pertama Kali Beli Rumah
Sumber: orami.co.id

Saat Pertama Kali Beli Rumah – Mungkin banyak orang yang bingung saat pertama kali membeli rumah. Tidak hanya perlu mengeluarkan biaya yang besar, saat membeli rumah juga banyak dokumen yang harus diurus. Pengurusan dokumen ini wajib Anda perhatikan, agar tidak terkena jebakan-jebakan yang merugikan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Banyak orang yang kesulitan untuk mendapatkan rumah karena banyak oknum yang memanfaatkan momen ditambah rumah merupakan benda yang mempunyai nilai yang tidak sedikit. Bahkan menurut Adhitya Mulya yang dilansir dari Bisnis.com dan mengutip dari rumah123.com, “beli rumah merupakan pekerjaan termahal, terlama, dan terberat untuk kebanyakan orang. Saking berat, saking lama, saking besarnya, banyak orang yang hanya melakukan sekali seumur hidup.”

Adhitya juga menjelaskan dalam akun YouTube miliknya.

Tiga jebakan apa saja itu

1. Developer Membatasi Kredit

Perlu diwaspadai bila developer mengatakan bahwa kredit rumah atau KPR hanya dapat dilakukan pada satu bank saja. Hal ini bisa jadi pertanda bahwa developer bermasalah sehingga banyak bank tidak ingin bekerja sama dengan developer tersebut.

Sebaiknya Anda mencari developer lain bila developer tetap tidak bisa menggunakan bank lain. Sebab, Anda harus memilih bank yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Menurut Adhitya, pembeli berhak menentukan bank mana yang ingin dihutangkan, karena yang berutang adalah pembeli bukan developer.

2. Bank Membatasi Jangka Waktu Kredit

Ketik bank penyedia KPR hanya menyediakan satu pilihan atau hanya menawarkan pilihan terbatas untuk kredit, maka Anda harus mencurigai developer tersebut. Misalnya, Anda mampu membayar KPR selama 10 tahun namun pilihan yang diberikan dibatasi hanya tersedia KPR 25 tahun.

Baca juga: Tips aman beli rumah dari developer agar tidak tertipu

Maka sebaiknya Anda mencari developer lain yang lebih aman. Beberapa oknum  developer menggunakan cara ini karena jika pembeli semakin lama berhutang, maka bunga yang diberikan pun akan semakin besar dan membuat keuntung bagi pihak bank. Anda bisa memilih waktu tersingkat ketika memutuskan untuk mengambil KPR.

3. Rayuan Bank

Pihak bank biasanya akan merayu nasabahnya untuk memilih kredit dengan jangka waktu yang lebih lama untuk KPR. Bank biasanya menggunakan dalih kebutuhan lain yang bersifat konsumtif seperti belanja dan traveling.

Disarankan untuk berhutang sesedikit mungkin dan sependek mungki supaya bunga yang didapatkan juga tidak semakin tinggi. Sebab, Anda harus mengutamakan kebutuhan primer yakni sandang, papan, pangan.

Tips Membeli Rumah Pertama Kali

Tips Membeli Rumah Pertama Kali
Sumber: money.kompas.com

1. Merencanakan Anggaran

Seperti yang diketahui, membeli suatu hunian tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, penting untuk merencanakan dengan matang menyesuaikan kemampuan Anda. Hindari untuk membeli rumah dengan memakasakan kondisi finansial Anda.

Tips bagi Anda yang ingin membeli rumah yakni dengan menghitung penghasilan Anda dan pasangan Anda terlebih dahulu sebagai patokan bbatas kemampuan bayar.

2. Mencari Tahu Sistem Pembayaran Rumah

Selain merencanakan anggaran, hal penting lainnya adalah mengetahui sistem pembayaran rumah. Sistem pembayaran berguna untuk mengetahui biaya apa saja yang diperlukan untuk membeli rumah. Saat ini, di Indonesia ada tiga pilihan dalam cara bayar properti, yaitu:

  • Kredit Pemilikan Rakyat (KPR), merupakan produk pembiayaan atau pinjaman untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan dengan persentase tertentu dari harga rumah atau properti.-
  • Tunai Keras, yang merupakan sistem pembayaran secara penuh dalam jangka waktu paling lambat satu bulan dari kesepakatan antara pembeli dan developer.-
  • Tunai bertahap atau Cash Installment, bila KPR menggunakan bank sebagai pihak perantaranya, maka sistem cash installment merupakan cicilan kurun waktu enam hingga 24 bulan dengan membayarkan langsung kepada pengembang.

Baca juga: Cara membeli rumah secara tunai

3. Menentukan Lokasi Rumah

Bila sudah mengetahui sistem pembayaran yang akan digunakan, selanjutnya adalah menentukan lokasi rumah. Aspek penting yang menjadi petimbangan lokasi rumah seperti, akses transportasi, lokasi aman dari banjir, dan bentuk tanah.

4. Memilih Developer Terpercaya

Pastikan Anda memilih developer yang terpecaya, sebelum membeli rumah dari satu developer. Anda harus mencari tahu rekam jejak dari developer tersebut terlebih dahulu.

5. Menentukan Tipe Rumah

Developer properti biasanya mempunyai beberapa produk hunian dengan tipe luas tanah dan bangunan yang berbeda-beda yang bisa Anda pilih. Tipe rumah yang popular yakni, tipe 36, 45, 60, dan 70. Anda dapat mencari tahu produk rumah yang dimiliki developer untuk menentukan tipe rumah yang diinginkan.

Lalu, sesuaikan dengan biaya yang dimiliki, hindari untuk memaksakan keinginan dengan melebihi budget.

Sumber artikel: rumah123.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *