Pengertian, Cara, Dan Faktor Dalam Bisnis Properti

Cara Memulai Bisnis Properti, dan Faktor yang Mempengaruhi Bisnis Properti
Sumber: intiproperti.com

Pengertian Bisnis Properti – Tempat tinggal atau rumah merupakan kebutuhan primer untuk manusia dan harus terpenuhi. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan tempat tinggal pun semakin meningkat pula. Maka dari itu, bisnis properti ini semakin menjamur sebagai penyeimbang kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal.

Menyadari kebutuhan yang meningkat dan keuntungan yang didapatkan, menjadi peluang untuk sebagian orang yang mencari penghasilan dari bisnis properti.

Apa Itu Bisnis Properti?

Sebelum memulai bisnis properti, Anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai bisnis properti. Dikutip dari rumah.com, bisnis properti merupakan kegiatan jual beli atau sewa menyewa produk properti dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Produk dari properti beragam, mulai dari villa, kost, ruko, rumah, perumahan, apartemen, rumah susun, dan masih banyak lagi. Selain digunakan untuk hunian, produk properti juga meliputi bangunan yang bertujuan komersial seperti ruko, mal, hotel, gedung perkantoran, dan bangunan industri.

Lalu Bagaimana Memulai Bisnis Properti?

1. Melakukan Research

Sebelum memulai bisnis, wajib melakukan research atau penelitian pada pasar terlebih dahulu. Maka, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli produk properti untuk dipasarkan. Bila Anda belum mengetahui seluk beluk dari properti yang akan dibeli, jangan terburu-buru untuk membeli properti.

Pertimbangkan harga, lokasi, sarana, prasarana, kebutuhan pasar, dan faktor eksternal lainnya. Faktor eksternal yang menjadi pertimbangan adalah lingkungan industry, daerah rawan banjir, lokasi dekat dengan jalan raya, dan faktor lainnya.

2. Melakukan Promosi Produk

Tentunya promosi sangat penting dilakukan bagi pelaku usaha atau seorang pebisnis. Dilansir dari the rumah property, banyak orang yang juga membutuhkan informasi secara cepat sebab tidak memiliki banyak waktu untuk sekedat mencari informasi mengenai properti.

Dilakukannya promosi ini bertujuan supaya konsumen dapat mengetahui informasi lengkap mengenai segala kebutuhan tanpa perlu membuang waktu dan tenaga.

3. Mengambil Peluang yang Potensial

Walau Anda harus berhati-hati dan tidak boleh untuk terburu-buru untuk mengambil properti yang akan dipasarkan. Bila Anda menemukan properti yang sesuai di lokasi yang tepat, Anda harus bergerak cepat. Semakin cepat Anda memanfaatkan peluang, maka akan semakin dekat dengan keuntungan.

4. Mempunyai Sifat Jujur

Kejujuran menjadi pondasi utama yang akan melahirkan kepercayaan dari konsumen. Saat konsumen sudah menaruh kepercayaan pada Anda, akan semakin mudah untuk Anda memikat hati mereka untuk membeli properti milik Anda. Dengan memiliki sifat jujur akan membuat reputasi yang bagus dan membat bisnis Anda berjalan lancar.

5. Membangun Relasi

Mempunyai relasi yang luas dan banyak akan memudahkan Anda mendapatkan informasi seputar properti dan membuka peluang kerjasama.

6. Menjadi Perantara Penjualan Properti

Untuk awal dari menjalankan bisnis properti, Anda bisa menjadi perantara terlebih dahulu. Sebab, untuk menjadi perantara tak perlu mengeluarkan banyak modal. Hanya dengan mengetahui informasi lengkap mengenai laha yang ditawarkan dan kemampuan public speaking yang baik untuk menjelaskan produk kepada calon konsumen.

Tahap selanjutnya, Anda dapat memperluas jaringan pada tingkatan lebih tinggi. Seperti menjual produk ke berbagai penjualan produk besar di kota-kota besar. Bila Anda sudah sukses pada bidang ini, akan menambah jam terbang Anda di dunia bisnis properti.

7. Menggunakan Merek Dagang

Seperti usaha pada umumnya, bisnis properti Anda pun harus memiliki merek dagang. Mengutip dari the rumah property, tips yang bisa Anda lakukan untuk menggunakan nama merek yang simple dan mudah diingat oleh semua orang.

Dengan adanya merek usaha ini, merek Anda akan dikenal oleh banyak orang seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya usaha Anda.

Jenis-jenis Bisnis Properti

Jenis-jenis Bisnis Properti
Sumber: usahausaha.com

Ada beberapa jenis bisnis properti yang menjadi pilihan calon investor. Pembagian jenis properti ini berdasarkan jenis properti yang dikembangkan dan target pasar yang akan menjadi konsumen. Berikut beberapa jenis bisnis properti dikutip dari the rumah property.

1. Residential Real Estate

Bisnis properti ini berfokus untuk pemenuhan kebutuhan perumahan pribadi. Bisnis residential real estate untuk memberikan kebutuhan papan berupa tempat tinggal atau  hunian bagi masyarakat.

2. Commercial Real Estate

Bisnis properti ini menargetkan untuk perkantoran dan properti ritel. Seperti halnya menyewakan ruang untuk perkantoran kepada pihak perorangan ataupun perusahaan. Contoh lainnya adalah penyewaan properti ritel berupa took, restoran, dan mall atau pusat perbelanjaan.

Baca juga: 7 Jenis investasi properti ini bikin banjir uang

Untuk contoh tersebut menargetkan penyewa tunggal atau untuk digunakan sendiri.

3. Industrial Property

Bisnis ini berupa penyewaan manufaktur berat dan ringan seperti gudang penyimpanan dan pendistribusian hasil produksi. Dengan target konsumen dari perusahaan atau perindustrian. Untuk menjalankan bisnis ini, butuh bekerjasama dengan pihak lain.

Karena usaha ini bersangkutan dengan proses produksi dari perusahaan penyewa. Sedangkan untuk tanggung jawab pengelolaan, diberikan kepada pemilik dan penyewa. Jenis bisnis satu ini dapat berlaku pada kawasan industri yang memiliki kantor pengembangan properti bekerjasama dengan pemilik dan penyewa.

Kawasan industry merupakan kawasan yang dikelilingi dengan berbagai jenis usaha dan produksi dalam satu lingkungan atau kawasan.

4. Special Purpose Property

Special purpose property didefinisikan jenis usaha properti dengan target konsumen yang lebih khusus. Disebabkan jenis usaha yang bergerak pada bidang pemenuhan sarana dan prasarana dengan menggunakan kepentingan umum.

Seperti contohnya hotel, motel, resort, teater,sarana pendidikan, tempat ibadah, atau sarana kesehatan. Bisnis itu dikelola secara internal dari anggota perusahaan.

Alasan Memilih Bisnis Properti

Alasan Memilih Bisnis Properti
Sumber: hashmicro.com

Mungkin Anda bertanya kenapa harus bisnis properti? Padahal masih banyak bisnis lain yang bisa dilakukan. Banyak alasan kenapa Anda harus menjalankan bisnis properti. Berikut beberapa alasan kuat untuk Anda kenapa harus memilih bisnis properti, melansir dari asriman.

1. Properti Merupakan Kebutuhan Primer

Setiap orang pasti membutuhkan tempat tinggal, dan masuk ke dalam kebutuhan sandang dan pangan atau termasuk dalam kebutuhan primer manusia. Dengan kata lain, tanpa tempat tinggal, manusia tidak bisa hidup normal atau tidak memenuhi kebutuhan kehidupannya.

Bila seseorang tidak bisa membeli properti, maka ia dapat menyewanya terlebih dahulu. Namun, uang yang dimiliki seseorang akan terus tersedot untuk menyewa properti  yang biasanya naik setiap tahun.Dengan menyewa, mereka juga tidak dapat menikmati nilai ekonomis dari rumah yang properti yang disewakan.

Selain menyewa rumah untuk tempat tinggal, cara lain untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal adalah dengan menumpang bersama keluarga seperti bersama orang tua, saudara, atau mertua. Namun, tentunya hal ini akan membuat tidak nyaman karena harus bergabung dengan anggota keluarga lainnya.

Maka tak heran, ketika seseorang mempunyai uang,hal yang pertama dilakukan adalah membeli rumah.

2. Properti dapat Dijadikan Agunan Perbankan

Properti sangat disukai bank sebagai agunan, sebab legalitas dan fisiknya yang jelas serta memiliki nilai. Legalitas properti terjamin oleh undang-undang dan secara fisik properti merupakan benda tidak bergerak. Sehinga kreditur merasa aman karena properti tidak mungkin hilang secara fisik.

Lain halnya dengan benda lainnya yang berupa benda bergerak seperti mobil, kapal, dan lainnya, yang mana jaminan ini dapat hilang secara fisik. Sedengkan nilai properti dapat dilihat dari demand terhadap properti. Ditambah bila properti berada di lokasi yang tinggi permintaan namun penyediaannya kurang, maka nilai dari properti tersebut akan bertambah di mata bank,

3. Agunan Properti Dapat Diuangkan

Alasan lainnya kenapa bank lebih menyukai memberi pinjaman dengan agunan properti disebabkan jaminan properti dapat dijadikan uang. Mekanisme menguangkannya pun telah diatur dalam Perjanjian Kredit (PK) dari amanat dari UU No.4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan.

4. Sistem Penjualan Mudah

Sebenarnya membangun bisnis properti ini tidak sesulit yang dibayangkan. Saat ini Anda bisa memasarkan melalui website, sosial media, atau menawarkan langsung dengan memberikan gambaran brosur yang menjelaskan keuntungan seperti lokasi, cicilan murah, DP, dan hal lainnya untuk informasi pembeli.

5. Keuntungan yang Berlipat

Ketika Anda memilih bisnis properti sebagai pemasukan keuangan Anda, maka keuangan Anda akan stabil dan bahkan berlipat. Seperti halnya Anda sudah memiliki satu unit rumah lalu dijual dengan harga ratusan juta, keuntungannya dapat dialokasikan untuk membuat bisnis properti lainnya seperti kos-kosan, kontrakan, dan lainnya.

Baca juga: Cara tepat memulai investasi rumah agar banyak untung

Bahkan bila masih ada keuntungan yang tersisa, Anda bisa menggunakannya untuk membangun atau membeli satu unit properti lainnya. Dengan begitu Anda akan mendapatkan keuntungan yang berlipat dengan perputaran uang yang lancar.

Faktor yang Mempengaruhi Bisnis Properti

Faktor yang Mempengaruhi Bisnis Properti
Sumber: lampungproperty.com

Tentunya saat menjalankan bisnis properti, Anda tidak mau mendapatkan kerugian. Biasanya dalam menjalankan bisnis properti, dibutuhkan faktor X untuk menyukseskan berjalannya investasi ini. Ada beberapa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi investasi properti sehingga dapat memberikan keuntungan yang maksimal.

Melansir dari kompasiana, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi investasi properti yang harus Anda perhatikan.

1. Dekat dengan Fasilitas Umum

Hal ini tentunya menjadi faktor yang penting menjadi pertimbangan dalam bisnis properti. Dekat dengan fasilitas umum seperti contohnya dekat dengan kantor pemerintahan, sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan dapat menjadi nilai tambah. Properti yang dekat dengan fasilitas umum juga mempunyai daya jual yang tinggi.

2. Memiliki Sistem Keamanan dan Kenyamanan

Saat seseorang ingin membeli properti pasti ingin berada di kawasan yang aman, dan menjadi salah satu faktor pertimbangan saat membeli properti. One gate close security system menjadi pilihan sebagai sistem keamanan.

Unsur kenyamanan pada bisnis property juga berpengaruh, kenyamanan di sini seperti adanya fasilitas primer seperti air dan listrik.

3. Fasilitas Kredit

Tidak semua orang dapat membeli properti secara tunai, dengan adanya fasilitas kredit akan memudahkan calon konsumen. Ditambah, produk yang dilebeli dengan skema kredit biasanya lebih menarik perhatian walau harganya jauh lebih mahal.

Skema kredit ini juga akan memberikan Anda keuntungan yang lebih dan Anda bisa merasakan keuntungan setiap bulannya.

4. Perubahan Lifestyle

Lifestyle berperan penting sebagai pengaruh bisnis properti dalam negeri. Lifestyle yang berkembang di masyarakat saat ini adalah konsumtiv, sikap konsumtiv dari masyarakat dapat mendongkrak perekenomian pada sektor properti.

5. Raising Comsumption

Dari hasil survei, mayoritas masyarakat Indonesia merasa penghasilan yang mereka miliki sudah mencukupi kebutuhan hidup. Hal itu membuat masyarakat membeli berbagai produk dengan mudah, walau harus dengan mencicil.

6. Ubranisasi

Setiap tahun banyak masyarakat di Indonesia yang melakukan perpindahan dari desa ke kota. Pada 2016 tecatat 55 persen orang Indonesia tingga; di kota, dan diperkirakan pada 15 tahun kedepan meiningkat menjadi 71 persen populasi masyarakat yang berpindah ke kota.

Kota yang dimaksud tidak hanya IbuKota Jakarta saja, melainkan kota-kota besar di Indonesia lainnya. Maka tidak heran, banyak pengembang yang melirik berbagai kota di Indonesia sebagai pengembangan proyek di kota-kota yang dianggap akan mempunyai lonjakan penduduk.

7. Social Media

Faktor social media sangat berpengaruh di era digital saat ini. Karena banyak masyarakat yang tidak ingin repot untuk medapatkan informasi properti, maka internet dapat menjadi solusi memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi yang mereka cari.

Ditambah dengan Indonesia yang saat ini berada di peringkat empat dunia dalam mengakses internet, maka tentunya internet berperan penting dalam bisnis properti.

Bisnis Properti Untuk Pemula

Bisnis Properti Untuk Pemula
Sumber: finansialku.com

Bisnis properti menjadi sektor usaha yang selalu bersinar sebab seperti yang diketahui bahwa properti sebagai kebutuhan primer membuat banyak orang yangmencari properti setiap harinya. Kini banyak kalangan muda yang tertarik untuk memulai bisnis properti, dikarenakan bisnis properti memiliki peluang dan keuntungan yang melimpah dibandingkan dengan bisnis lain, serta memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel.

Baca juga: Tips aman beli rumah dari developer agar tidak tertipu

Melihat dari beberapa keuntungan itu, bisnis properti ini menjadi sektor usaha yang selalu bersinar dan bisnis yang sangat potensial termasuk untuk bagi pemula. Lalu sebaiknya bagaimana seorang pemula ingin memulai bisnis properti? Melansir dari rumah123.com, simak tips berikut untuk Anda sebagai pebisnis properti pemula.

1. Melakukan Riset Pasar

Hal pertama ini sangat penting dilakukan, karena agar Anda mengetahui dari kebutuhan atau jenis properti apa yang sangat dicari oleh konsumen. Anda juga harus melakukan klasifikasi dengan berdasarkan harga, lokasi, fasilitas, dan infrastruktur yang mempengaruhi jual-beli properti.

2. Mengikuti Pelatihan

Sebagai pemula, wajar bila tidak memiliki banyak pengetahuan mengenai ranah properti, maka sebaiknya Anda mempersiapkn diri dengan ilmu yang mumpuni. Untuk mendapatkan pengetahuan yang mumpuni, Anda dapat mengikuti kelas-kelas daring (online) atau pelatihan untuk menjadi pebisnis di bidang properti.

Dengan mengikuti pelatihan ini, Anda tidak hanya belajar mengenai bisnis saja, namun Anda juga dapat mengetahui mengenai aturan dan hukum yang berlaku.

3. Memperluas Networking

Setelah mengikuti pelatihan, Anda dapat sekaligus memperluas relasi kerjasama dengan orang-orang yang berpengaruh. Hal tersebut tentu saja dapat membantu Anda meningkatkan keahlian dalam berbisnis dan komunikasi untuk memasarkan properti dengan baik.

4. Berkolaborasi dan Menjadi Agen Properti

Ketika Anda sudah memiliki keahlian yang memadai, maka saatnya Anda memulai bisnis properti dengan menggunakan marketplace khusus properti.

5. Menggunakan Media Tepat

Memasarkan properti hanya dengan situs properti saja tidak cukup, Anda harus memiliki media yang tepat dan cocok untuk berpromosi. Sosial media yang biasa digunakan untuk promosi bisnis properti seperti salah satunya adalah Facebook, di dalam facebook biasanya ada grup-grup khusus yang dibuat dengan berdasarkan hobi, minat dan lain sebagainya, termasuk di dalamnya ada grup properti.

Dalam forum tersebut bisa Anda manfaatkan untuk promosi bisnis properti Anda. Perlu dicatat, ketika Anda mempromosikan bisnis properti Anda sebaiknya menggunakan kalimat-kalimat persuasif untuk membuat konsumen tertarik.

Jangan lupa juga untuk menyertakan foto dan video agar konsumen semakin percaya dengan bisnis properti Anda. memasarkan dengan menggunakan iklan juga dapat menjangkau konsumen yang Anda targetkan, seperti lokasi, pendapatan, dan gender.

Bisnis Properti Tanpa Modal

Bisnis Properti Tanpa Modal
Sumber: hotbisnis.com

Pasti Anda mengira bahwa untuk memulai bisnis properti diperlukan modal yang besar, dan Anda mengurungkan niat saat ingin memulai bisnis properti karena tidak banyak memiliki modal. Tidak perlu berkecil hati bila Anda memiliki modal pas-pasan.

Bahkan  Anda dapat memulai bisnis tanpa modal, bagaimana caranya? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan melansir rumah.com.

1. Rajin melihat iklan-iklan properti di media massa, baik melalui internet, Koran, ataupun papan iklan di jalan. Anda bisa menawarkan iklan tersebut kepada rekan atau keluarga Anda. tawarkan dengan harga yang sedikit lebih tinggi, untuk keuntungan Anda.

2. Bila ada kerabat atau keluarga yang sedang mencari properti, Anda tidak perlu ragu untuk mencari informasi lebih lengkap mengenai properti yang diinginkan oleh kerabat Anda, seperti luas, lokasi, harga, dan hal detail lainnya. Maka Anda bisa mencari properti yang diinginkan dari informasi tersebut.

3. Sering mendatangi lokasi perumahan, pameran properti, dan menambah relasi dari penjual, dan menawarkan kerja sama. Ketika sudah mempunyai kesepakatan, Anda bisa langsung mencari pembeli, beriklan di media sosial, marketplace, dan lainnya.

4. Manfaatkan seluruh media sosial milik Anda atau Anda bisa membuat akun media sosial baru untuk beriklan. Untuk lebih maksimal, buatlah website gratis untuk memperluas pasar Anda. Namun perlu diingat untuk tidak mencantumkan nomor telepon penjual, sebaiknya cantumkan nomor kontak Anda supaya calon pembeli menghubungi Anda.

5. Ketika bisnis properti Anda semakin berkembang, maka Anda bisa membuat brand atau merek dagang Anda sendiri dan mendaftarkannya secara hukum agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Bila pengalaman dan permintaan semakin meningkat, Anda dapat memperkerjakan karyawan untuk megurus keperluan administrasi dan memasarkan properti.

Untuk mendapatkan informasi tentang seputar properti hanya di amertaproperty.com.

Sumber artikel: therumahproperty.com, asriman.com, kompasiana.com, rumah123.com, dan rumah.com

 

1 thought on “Pengertian, Cara, Dan Faktor Dalam Bisnis Properti

  1. Pingback:Pemekaran Bogor Barat, Maksimalkan Pelayanan & Pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *